Pelatihan Selam Jenjang Rescue dan Dive Master bagi Pengelola serta Masyarakat di Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Raja Ampat
Sebagai bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan konservasi, BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat menyelenggarakan Pelatihan Selam Jenjang Rescue dan Dive Master pada 27 Juli hingga 5 Agustus 2025 bertempat di kantor BLUD, pantai Saonek Monde, pantai Putras, Cape Kri, dan pulau Mioskun.Kegiatan ini difokuskan untuk membekali kemampuan selam lanjutan bagi para pemandu wisata selam serta pengelola kawasan yang sehari-hari beraktivitas di wilayah konservasi perairan Raja Ampat.
Pelatihan ini secara khusus menyasar Orang Asli Papua (OAP) yang berprofesi sebagai pemandu wisata selam atau bekerja di sektor pariwisata dan konservasi perairan. Melalui pelatihan berstandar internasional dari Scuba Schools International (SSI), para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis penyelaman lanjutan sesuai jenjangnya, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan mengenai keselamatan, tanggap darurat, serta prinsip-prinsip penyelaman yang ramah lingkungan.
Selain meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pemandu wisata selam lokal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya strategis BLUD UPTD dalam memperkuat kapasitas internal pengelola kawasan konservasi. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan perlindungan terhadap ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama pariwisata Raja Ampat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa para pemandu selam lokal, khususnya OAP, memiliki kompetensi yang diakui secara profesional dan mampu bersaing di sektor wisata selam yang semakin berkembang pesat. Di sisi lain, peningkatan kapasitas bagi pengelola kawasan juga menjadi salah satu kunci dalam upaya untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari kawasan konservasi kepulauan Raja Ampat” ujar perwakilan BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat.
Dengan pendekatan berbasis masyarakat dan pelatihan berstandar, kegiatan ini diharapkan menjadi pendorong dalam pembangunan ekowisata berkelanjutan yang dikelola oleh dan untuk masyarakat lokal, sekaligus memperkuat tata kelola kawasan konservasi secara partisipatif dan berkelanjutan.