Kawasan Konservasi Perairan di Raja Ampat

Babak Baru Kepemimpinan BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat: Sertijab Kepala BLUD Resmi di gelar di Sorong, Papua Barat Daya

Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kepulauan Raja Ampat resmi memasuki fase baru kepemimpinan. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat yang berlangsung secara khidmat di Ruang Dahlia 1, Lantai 2 Hotel Aston, Kota Sorong, pada Kamis (26/3/2026).

Dalam proses tersebut, jabatan Kepala BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat diserahterimakan dari pejabat lama, Syafri Tuharea, S.Pi, kepada pejabat baru, Hasan Makasar, S.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, jajaran aparatur sipil negara, pemerhati pembangunan, serta mitra strategis di bidang konservasi.

Penyerahan Memori Jabatan dan Aset

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan berita acara sertijab, dilanjutkan dengan penyerahan memori jabatan yang memuat berbagai capaian kinerja selama masa kepemimpinan sebelumnya. Sejumlah dokumen penting turut diserahkan, antara lain laporan audit keuangan Tahun Anggaran 2025, rekening koran dan Buku Kas Umum (BKU) per 25 Maret 2026, serta buku cek giro dan daftar aset lembaga.

Dalam berbagai perpisahannya, Syafri Tuharea menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim atas dedikasinya dalam menjaga kelestarian ekosistem laut Raja Ampat.

“Saya menyerahkan tanggung jawab ini kepada Pak Hasan Makasar. Pengelolaan kawasan konservasi tidak hanya tentang menjaga laut, tetapi juga menjaga masa depan masyarakat pesisir. Saya yakin di bawah kepemimpinan yang baru, BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat akan semakin inovatif,” ujarnya.

Komitmen Kepemimpinan Baru

Menerima amanah tersebut, Hasan Makasar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program unggulan yang telah berjalan, sekaligus memperkuat tata kelola keuangan dan sistem pengawasan kawasan secara mandiri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi dan komunikasi dengan pejabat sebelumnya demi kekurangan dan lembaga kemajuan.

Di bawah kepemimpinannya, BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat akan fokus pada tiga pilar utama, yaitu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan layanan jasa lingkungan, penguatan patroli untuk menekan aktivitas ilegal di wilayah perairan, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar terlibat aktif dalam upaya perlindungan ekosistem.

Apresiasi dan Harapan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, Absalom Salossa, turut menyampaikan penghargaan atas dedikasi Syafri Tuharea, khususnya dalam upaya pemberdayaan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) dalam pengelolaan kawasan konservasi di Raja Ampat.

Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Hasan Makasar yang dinilai memiliki pengalaman luas di berbagai wilayah.

“Dengan pengalaman yang dimiliki, saya yakin dia mampu mengelola BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat dengan baik. Tetaplah menjalin komunikasi dengan pejabat sebelumnya, karena pengalaman adalah guru terbaik,” pesannya.

Lebih lanjut, diharapkan proses transisi kebijakan ini menjadi momentum bagi BLUD UPTD Pengelolaan KKP Kepulauan Raja Ampat untuk terus berkembang dan adaptif dalam menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi ke depan. Kehadiran Hasan Makasar diharapkan membawa semangat dan energi baru dalam mempertahankan Raja Ampat sebagai destinasi wisata berbasis konservasi kelas dunia.

Related News